Harga Bitcoin Berpotensi Naik ke $47.700 Ini Penyebabnya - DANA KAGET
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Harga Bitcoin Berpotensi Naik ke $47.700 Ini Penyebabnya

1 harga bitcoin,harga jual bitcoin,berapa harga 1 bitcoin sekarang,grafik harga bitcoin,harga 1 bitcoin berapa rupiah,harga bitcoin 2009,harga bitcoin rupiah,harga bitcoin tahun 2009,harga komputer mining bitcoin,berapa harga bitcoin saat ini,berapa harga bitcoin sekarang,bitcoin harga,bitcoin harga hari ini,bitcoin hari ini harga,harga bitcoin,harga bitcoin 2018,harga bitcoin 2019,harga bitcoin anjlok,harga bitcoin dari tahun ke tahun,harga bitcoin di indodax,harga bitcoin diamond,harga bitcoin gold ke rupiah,harga bitcoin hari ini,harga bitcoin hari ini rupiah,harga bitcoin live,harga bitcoin pertama kali,harga bitcoin rupiah hari ini,harga bitcoin saat ini,

Pada artikel 23 Maret 2022 kami memproyeksikan jika harga Bitcoin (BTC) mempunyai potensi naik mulai akhir Maret 2022. Dan pagi ini hari, Senin (28/3/2022), harga kripto nomor top ini sukses cetak US$47.700 melebihi tingkat 2 Januari 2022 di time frame harian. Selanjutnya ke arah US$50 ribu? Dan apa pemicunya?

"Dengan kecondongan tanda MACD sekarang ini, karena itu kekuatan diawalinya bull run Bitcoin minimal diawali pada 28 Maret 2022 atau 4 April 2022 kedepan, dengan garis MACD coba tembus ke atas garis signal MACD dan harga BTC coba menyerobot di atas MA 50," catat Redaksi Blockchain media.id pada 23 Maret 2022.

Saat itu, histogram MACD warna merah sirna mulai ada semenjak 31 Januari 2022 dan terus memendek sampai 21 Maret 2022. Ini ialah pertanda kuat penumpukan memang berjalan lumayan panjang sekitaran 8 minggu pada time frame mingguan.

Histogram merah sirna yang tetap memendek akan dituruti dan berpindah dengan histogram hijau pekat, yang mengisyaratkan harga kembali arah.

Dan ini hari, Senin (28/3/2022) buka awal minggu mendekati bulan akhir, histogram MACD, mingguan telah warna hijau pekat (saksikan diagram di bawah). Awalnya, timbulnya histogram semacam ini pada 16 Agustus 2021, saat harga Bitcoin mingguan ditutup positif dari US$44.281 jadi US$50.275.

Penegasan positif yang lain ialah saat garis MACD (biru) telah bersilang dan ada di atas garis signal MACD (jingga).

Berdasar tanda Moving Average memperlihatkan signal positif, di mana candlestick ada di atas MA 50, memperjelas peningkatan minggu awalnya (saksikan diagram di bawah).

Status candlestick semacam ini paling akhir kelihatan pada 6 Desember 2021 tetapi pada tren turun semenjak November 2021.

Dan pada trend kebalikannya, terjadi pada 26 Juli 2021 yang sukses mengantar Bitcoin cetak harga paling tinggi selama hidup, US$69 ribu (8 November 2021).

Masih pada time frame mingguan, berdasar tanda Parabolic SAR dan RSI signal positif semakin mengental (saksikan diagram di bawah). Parabolic SAR masih munculkan signal peningkatan yang diawali semenjak 28 Februari 2022 (sebagai local dukungan terbaik). Dan RSI, garis RSI naik ke daerah 53 (di atas nilai median) di atas garis signal yang merupakakan hasil kontributor semenjak masuk ke daerah 43 semenjak 7 Maret 2022.

Secara teknikal, berdasar RSI harga yang masuk di atas daerah 50 memperlihatkan sentimen bullish antara trader. Skema RSI sama semacam ini terjadi pada 26 Juli 2021 saat BTC diperjualbelikan di range US$43 beberapa ribu lalu mencapai puncak di US$69 ribu pada pekan awal November 2021.

Dengan perolehan US$47.700 di hari ini, karena itu resisten besar selanjutnya ialah US$49.200 yang dapat buka pintu ke arah US$50 ribu kembali.

Peningkatan berarti Bitcoin dituruti oleh kripto lain, Polkadot (DOT) naik 7 % di dalam 24 jam, Dogecoin (DOGE) naik 6 %, Solana (SOL) naik 5 %, Avalanche (AVAX) naik 4 %, XRP naik 3 % dan Cardano (ADA) naik 3 %.

Peningkatan Bitcoin sebagai "pemasti arah" kripto yang lain minimal didorong oleh bermacam karena yang condong spekulatif, dimulai dari inflasi di Amerika Serikat yang semakin tidak tertahan, meskipun telah ada peraturan penaikan suku bunga referensi The Fed. Bank Sentra AS itu diprediksi akan meningkatkan semakin besar dalam tempo bisa lebih cepat kembali.

Juga kembali pertaruhan jika berbelanja US$1,5 triliun pada minggu kemarin dipandang seperti masuknya kembali dolar AS ke pasar hingga pasar lebih likuid.

Hal yang lain ialah penumpukan Bitcoin oleh Terra Foundation jadi berlanjut. Sekarang ini nilainya capai US$1 miliar dari target periode pendek ialah US$3 miliar dan periode panjang ialah US$10 miliar.

Ingat korelasi pasar saham dan pasar kripto mencapai puncak positif di akhir 2021 lalu, sepanjang seminggu beruntun pada Maret 2022, indek S&P 500 sudah bertambah sepanjang dan korelasi Bitcoin dengan saham ada pada tingkat paling tinggi 17 bulan.

Saldo Bitcoin di bursa ada di titik paling rendah dalam lebih dari 3 tahun menurut Glassnode, mengisyaratkan kenaikan keinginan dan ketertarikan untuk mengalihkan Bitcoin dari bursa ke coldwallet.

Factor kemungkinan yang lain ialah hasil survey oleh bank multinasional Goldman Sachs memperlihatkan, jika 60 % client sebagai informan ingin tingkatkan investasi kripto mereka. Semenjak tahun Goldman Sachs terus-menerus mempersiapkan produk investasi berharga kripto ke client-nya.

Sebuah survey yang didapat media cyber The Blok dari raksasa perbankan investasi Goldman Sachs memperlihatkan jika investor terus percaya diri mengenai kripto.

Bahkan juga Rusia terbuka terima Bitcoin (BTC) untuk export sumber daya alam. Hal itu dikatakan Ketua Komite Energi parlemen, Pavel Zavalny, dalam pertemuan jurnalis pada Kamis (24/03/2022).

Dorongan yang lain tiba dari raksasa keuangan BlackRock. CEO BlackRock, Larry Fink, berbicara perselisihan Rusia-Ukraina bisa percepat asset digital/kripto untuk alat menuntaskan transaksi bisnis internasional. Karena, perselisihan itu akhiri globalisasi yang meluncur sepanjang tiga dasawarsa paling akhir.