Ramai masalah Logo Halal Baru 2022 Disebutkan Jawa Sentris, Ini Jawaban Kemenag - DANA KAGET
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ramai masalah Logo Halal Baru 2022 Disebutkan Jawa Sentris, Ini Jawaban Kemenag

logo halal baru 2022,logo halal baru kemenag,logo halal baru mirip wayang,logo halal baru mui,logo halal baru filosofi,dana kaget,

Logo Halal baru 2022
yang di-launching Kemenag RI mendapatkan tanggapan bermacam dari warga. Di sosial media, netizen ramai menyebutkan logo Halal Indonesia itu berkesan terlampau memaksa Jawa sentris karena seperti gunungan wayang.

Hal tersebut ditulis account Twitter ini pada Sabtu (12/3/2022). "Jawa sentris tidak sebagai wakil Indonesia keseluruhannya," catat pemilik account, memberi komentar twit netizen yang lain mengupload photo cap Halal Indonesia.

Logo Halal Baru 2022

Adapun cap Halal Indonesia yang baru diputuskan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag). Lalu, bagaimana respon BPJPH Kemenag atas cap Halal Indonesia yang disebutkan Jawa sentris dan memiliki bentuk serupa wayang?

Keterangan Kemenag RI Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham menjelaskan, wujud dan corak cap Halal Indonesia benar-benar kuat watak Indonesia yang penduduknya spiritual.

Hal tersebut menurut dia, kelihatan dari gabungan kaligrafi dan skema batik Nusantara yang memiliki kandungan nilai-nilai universal, yakni kemanusiaan dan ketuhanan. Aqil juga tidak menolak jika wujud cap Halal Indonesia memang seperti gunungan wayang dan berkesan Jawa.

"Memang secara simbolis memiliki bentuk seperti wayang dan berkesan Jawa, tetapi corak dan polanya dan warna ungu dan hijau toska sebagai warna khusus dan sekunder memiliki kandungan nilai-nilai Nusantara dan Islam," tutur ia, seperti dikutip dari Kompas, Minggu (13/3/2022) pagi.

Pendekatan kearifan lokal dan budaya Dipertambah Aqil, hal substantif yang lain ialah nilai-nilai Islam jadi rahmatan lil alamin dengan pendekatan seni dan budaya lokal, menampung kearifan lokal, pasti budaya apa dan dimanapun.

Walau banyak mendapatkan kritik, dia memperjelas, cap Halal Indonesia ini tetap terus disosialisasikan. Menurut dia, hal yang baru lumrah jika memunculkan banyak pertanyaaan. "Telah kita tentukan, dan telah diolah ketetapan teknisnya.

Tetap terus kita publikasikan dan kita beri keterangan," kata Aqil.

Filosofi logo Halal Indonesia Aqil mengutarakan, logo Halal Indonesia secara filosofi mengadopsi nilai-nilai ke-Indonesian. Wujud dan corak yang dipakai sebagai artefak-artefak budaya yang mempunyai keunikan yang unik berwatak kuat dan mempresentasikan Halal Indonesia.

"Wujud cap Halal Indonesia terdiri dari dua object, yakni wujud Gunungan dan pola Surjan atau Lurik Gunungan pada wayang kulit yang berupa limas, lancip ke atas. Ini menyimbolkan kehidupan manusia," katanya.

"Wujud gunungan itu tersusun sebegitu rupa berbentuk kaligrafi huruf arab yang terdiri dari huruf Ha, Lam Alif, dan Lam pada sebuah serangkaian hingga membuat kata Halal," lanjut ia.

Arti logo halal baru Wujud itu, ucapnya, memvisualisasikan jika makin tinggi pengetahuan dan makin tua umur, karena itu manusia harus makin meruncing (golong gilig) manunggaling jiwa, rasa, cipta, Karsa, dan Kreasi di kehidupan, atau makin dekat sama Si Pencipta.

Dan pola Surjan yang disebutkan baju takwa, memiliki kandungan makna-makna filosofi yang cukup dalam. Salah satunya sisi leher pakaian surjan mempunyai kancing 3 pasang (6 buah kancing) yang semua memvisualisasikan rukun iman.

Disamping itu, pola surjan/lurik yang sejajar keduanya memiliki kandungan arti sebagai pembanding/pemberi batasan yang terang.

"Hal tersebut searah dengan arah penyelenggaraan Agunan Produk Halal di Indonesia untuk mendatangkan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kejelasan tersedianya produk halal untuk warga dalam konsumsi dan memakai produk," tutur Aqil.

Cap Halal Indonesia memakai ungu sebagai warna khusus cap dan hijau toska sebagai warna sekundernya. "Warna ungu mempresentasikan arti keimanan, kesatuan lahir batin, dan daya khayalan.

Dan warna sekundernya ialah hijau toska, yang sebagai wakil arti kebijakan, kestabilan, dan ketenangan," pungkasnya. Nach itu arti dan makna filosofis logo halal baru 2022 yang di-launching Kemenag RI belakangan ini. Logo halal baru itu berlaku mulai Maret 2022.